Oik anak cadel-Part 1-
mentari sudah berlalu, tanah itu masih sama seprti kemarin masih basah. Hari ini adalah hari pkedua cakka tidak ada disamping Oik. Perasaannya masih sama. Sakit, kosong, dan kehilangan. Rasanya tidak ada lagi kehidupan dimata oik. Oik kembali melangkah kearah tanah basah itu, sambil mengelus batu nisan Cakka. "kka, lo kok ninggalin gue sendili disni, lo kan tau gue ggak bisa hidup tanpa lo, apa lo sengaja ninggalin gue sendili disini. Please kembali kka, gue butuh elo" ujar oik seketika air matanya tumpah ruah dipipinya, membasahi gundukan tanah basah itu. Seketika gundukan tanah basah itu bergetar. Dan oik terkejut melihat gundukan tanah itu setelah getaran tadi. "...."
Oik anak cadel
-part 2-
gundukan tanah itu seketika membentuk garis , lalu mebelah pelahan lahan, sehingga menampilkan sosok yang sangat dirindui oik. Oik membelalak kaget. "Ini tidak mungkin teljadi. Pasti aku sedang bermimpi." oik pun mencubit kedua tangannya. "aauuww" ... Sosok yang sangat oik rindui itu bangun dari tidurnya lalu menatap oik dengan sangat tajam. "ca...kk..aa" ujar oik terbata. Cakka masih menatapnya dengan sorot mata yang sangat mengerikan. Mata elangnya yang dulu penuh dengan warna abu abu yang mengartikan bahwa cakka dulunya itu adalah sosok yang 'netral'. Tapi siap sosok ini, kenapa dia sangat mirip dengan cakka. Tapi matanya bukan seperti mata cakka yang biasanya. Oik lalu mengarahkan kedalam kubur cakka. Ternyata ini memang cakka, pemuda yang sangat dicintainya, tapi kenapa sosok yang sudah meninggal bisa bangun kembali. Oik tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang dodepan matanya.
-part 2-
gundukan tanah itu seketika membentuk garis , lalu mebelah pelahan lahan, sehingga menampilkan sosok yang sangat dirindui oik. Oik membelalak kaget. "Ini tidak mungkin teljadi. Pasti aku sedang bermimpi." oik pun mencubit kedua tangannya. "aauuww" ... Sosok yang sangat oik rindui itu bangun dari tidurnya lalu menatap oik dengan sangat tajam. "ca...kk..aa" ujar oik terbata. Cakka masih menatapnya dengan sorot mata yang sangat mengerikan. Mata elangnya yang dulu penuh dengan warna abu abu yang mengartikan bahwa cakka dulunya itu adalah sosok yang 'netral'. Tapi siap sosok ini, kenapa dia sangat mirip dengan cakka. Tapi matanya bukan seperti mata cakka yang biasanya. Oik lalu mengarahkan kedalam kubur cakka. Ternyata ini memang cakka, pemuda yang sangat dicintainya, tapi kenapa sosok yang sudah meninggal bisa bangun kembali. Oik tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang dodepan matanya.
Oik anak cadel
-part 3-
oik masih berdiri mematung didepan makam cakka. Lalu sosok itu tiba tiba tersenyum kepada oik. Oik menutup matanya dan meletakkan kedua telapak tangannya diwajahnya. Oik hendak berlari tapi tiba tiba kakinya seperti tidak bisa digerakkan sama sekali. Cakka palsu itu terus tersenyum. "sayang ,, lama kita tidak ketemu" ujar sosok itu. Tapi suaranya membuat bulu kuduk oik meremang. Oik lalu melepaskan tangannya, entah keberanian darimana yang membuat ia tidak takut pada sosok didepannya "siapa kamu?" pertanyaan itu yang pertama keluar dari mulut manis oik. "aku cakka sayang, kamu nggak ngenalin aku??" tanya sosok itu tapi kali ini suaranya seperti beludu. "kamu bukan cakka aku, cakka aku matanya nggak melah kayak kamu!" "ha..ha..hah,, ternyata dua hari kita nggak ketemu ,kamu masih cadel ya!" oik menatap dengan ganas sosok itu. Itu memang kebiasaan cakka, tapi apa ia sosok ini cakka. "oik apakah kamu masih mencintai aku!" "kamu bukan cakkaku aku tidak mencintai kamu" , "aku cakka oik,, aku tau kita jadian tanggal 21 juli, kamu juga suka banget ama peliharaan kamu si dei, alias ular manis itu" seketika juga ular peliharaan oik muncul disamping makam cakka,lalu...
Oik anak cadel
-part 4-
air mata oik mengalir begitu dearsnya. "benalkah kamu cakka?" tanya oik. "ia sayang, aku cakka" ujar cakka sambil merentangkan kedua tangannya. "sekarang, masihkah kamu mencintai aku oik?" tanya cakka yang membuat wajah oik kembali merah padam. Lalu oik pun mengangguk seakan setuju dengan ucapan cakka. Cakka tersenyum. "sekarang, maukah kamu ikut denganku oik?" tanya cakka. Oik seketika tampak berpikir. Lalu menggeleng pasrah. "maafkan aku cakka, aku nggak bisa ikut belsama kamu, kita udah belbeda alam", cakka menegang lalu dia menunduk "kau tidak mencintaiku lagi oik, hanya karena keadaan ini, aku benci keadaan ini oik, andai semua ini dapat ditukar dengan sesuatu, aku akan berusaha oik." ujar cakka sedih. Oik tak tega melihat kesedihan yang terpancar diwajah oleh cakka. "baiklah cakka, aku mau ikut denganmu" , cakka mengangkat kepalanya lalu berseru "benarkah sayang, kalau begitu peluklah aku" , oik agak ragu, tapi kemudian dia meloncat kedalam kubur, tubuh oik yang mungil langsung dirangkuh oleh cakka. Keadaan tiba tiba berubah. Oik memegangi kepalanya. Pening. Karena tiba tiba kubur cakka berputar putar seperti sebuah pusaran besar. Lalu ia mendengar suara cakka "pejamkan matamu sayang" lalu refeleks oik memejamkan matanya.
-part 3-
oik masih berdiri mematung didepan makam cakka. Lalu sosok itu tiba tiba tersenyum kepada oik. Oik menutup matanya dan meletakkan kedua telapak tangannya diwajahnya. Oik hendak berlari tapi tiba tiba kakinya seperti tidak bisa digerakkan sama sekali. Cakka palsu itu terus tersenyum. "sayang ,, lama kita tidak ketemu" ujar sosok itu. Tapi suaranya membuat bulu kuduk oik meremang. Oik lalu melepaskan tangannya, entah keberanian darimana yang membuat ia tidak takut pada sosok didepannya "siapa kamu?" pertanyaan itu yang pertama keluar dari mulut manis oik. "aku cakka sayang, kamu nggak ngenalin aku??" tanya sosok itu tapi kali ini suaranya seperti beludu. "kamu bukan cakka aku, cakka aku matanya nggak melah kayak kamu!" "ha..ha..hah,, ternyata dua hari kita nggak ketemu ,kamu masih cadel ya!" oik menatap dengan ganas sosok itu. Itu memang kebiasaan cakka, tapi apa ia sosok ini cakka. "oik apakah kamu masih mencintai aku!" "kamu bukan cakkaku aku tidak mencintai kamu" , "aku cakka oik,, aku tau kita jadian tanggal 21 juli, kamu juga suka banget ama peliharaan kamu si dei, alias ular manis itu" seketika juga ular peliharaan oik muncul disamping makam cakka,lalu...
Oik anak cadel
-part 4-
air mata oik mengalir begitu dearsnya. "benalkah kamu cakka?" tanya oik. "ia sayang, aku cakka" ujar cakka sambil merentangkan kedua tangannya. "sekarang, masihkah kamu mencintai aku oik?" tanya cakka yang membuat wajah oik kembali merah padam. Lalu oik pun mengangguk seakan setuju dengan ucapan cakka. Cakka tersenyum. "sekarang, maukah kamu ikut denganku oik?" tanya cakka. Oik seketika tampak berpikir. Lalu menggeleng pasrah. "maafkan aku cakka, aku nggak bisa ikut belsama kamu, kita udah belbeda alam", cakka menegang lalu dia menunduk "kau tidak mencintaiku lagi oik, hanya karena keadaan ini, aku benci keadaan ini oik, andai semua ini dapat ditukar dengan sesuatu, aku akan berusaha oik." ujar cakka sedih. Oik tak tega melihat kesedihan yang terpancar diwajah oleh cakka. "baiklah cakka, aku mau ikut denganmu" , cakka mengangkat kepalanya lalu berseru "benarkah sayang, kalau begitu peluklah aku" , oik agak ragu, tapi kemudian dia meloncat kedalam kubur, tubuh oik yang mungil langsung dirangkuh oleh cakka. Keadaan tiba tiba berubah. Oik memegangi kepalanya. Pening. Karena tiba tiba kubur cakka berputar putar seperti sebuah pusaran besar. Lalu ia mendengar suara cakka "pejamkan matamu sayang" lalu refeleks oik memejamkan matanya.
Oik anak cadel
-part 5-
tiba tiba ruangan berubah, oik seperti berada diruangan yang sangat putih dan bau yang begitu menusuk hidung, sehingga oik memejamkan matanya kembali.
oik membuka matanya perlahan lahan. Terlihat sosok yang dicintainya hanya beberapa jarak didepannya. Sosok itu tersenyum kepadanya. Oik mencapai cakka, tapi cakka menjauh dari oik. Oik heran dengan perubahan cakka. "kamu kenapa? Apa aku salah?" , cakka hanya menggeleng, "benarkah kamu mau ikut dengan ku oik, kamu bersungguh sungguh" ,oik kembali dilema, ditatapnya wajah cakkanya yang kini berada didepannya. Lalu oik kembali mengganguk. "siapkah kau dengan duniaku, sayang?" oik lagi lagi mengangguk. Cakka lalu meraih tangan oik, lalu memeluk oik dan terbang bersama cakka.
-part 5-
tiba tiba ruangan berubah, oik seperti berada diruangan yang sangat putih dan bau yang begitu menusuk hidung, sehingga oik memejamkan matanya kembali.
oik membuka matanya perlahan lahan. Terlihat sosok yang dicintainya hanya beberapa jarak didepannya. Sosok itu tersenyum kepadanya. Oik mencapai cakka, tapi cakka menjauh dari oik. Oik heran dengan perubahan cakka. "kamu kenapa? Apa aku salah?" , cakka hanya menggeleng, "benarkah kamu mau ikut dengan ku oik, kamu bersungguh sungguh" ,oik kembali dilema, ditatapnya wajah cakkanya yang kini berada didepannya. Lalu oik kembali mengganguk. "siapkah kau dengan duniaku, sayang?" oik lagi lagi mengangguk. Cakka lalu meraih tangan oik, lalu memeluk oik dan terbang bersama cakka.
