Sabtu, 16 Maret 2013

my prettyboy #1


_Happy Reading_

“Bagaimana? Aku sudah terlihat cantik kan?”tanya seoraang namja yang sedang memandangi bayangan dirinya disebuah kaca.
“Cakka sadarlah! Kau ini laki-laki, bukan perempuan. Jadi berhenti berdandan dan bersikap seperti perempuan”jawabku sebal
“Oik, kau kan tahu aku lebih senang jadi perempuan, jadi bagaimana? Aku cantikkan?”tanya Cakka lagi.
Nae, kau sudah kelihatan cantik.Ayo kita berangkat”jawabku sambil mengambil tas,dan mulai keluar dari kamar. Aku dan Cakka adalah teman sejak SMP, dan sekarang kaami kuliah di Universitas yang sama, satu jurusan pula. Dia (Cakka) suka menginap dirumahku, orang tua kami adalah rekan bisnis. Cakka mempunyai wajah yang cantik, seperti wanita, terkadang aku iri padanya, karena wajahnya sangat cantik.
“Oik, kau yang menyetir ya”kata Cakka memerintah
Ani, kau yang harus menyetir”Jawabku galak
“owala hari ini aku lelah, kau saja yang menyetir”Kata Cakka sedikit memohon
“Hah, selalu saja aku, yasudah mana kuncinya?”Kataku sebal
Lalu Cakka melemparkan kunci mobilnya. Kamipun berangkat ke kampus kami tercinta, kami mahasiswa baru disana , baru 3 bulan belajar disana, tapi Cakka sudah terkenal dengan julukan “Preety Boys”,dia sangat bangga dengan julukan itu.
“Yeah, kita sudah sampai. Ayo turun Oik”Katanya mengajakku turun
Nae, tunggu sebentar”jawabku malas
Lalu kamipun keluar dari mobil,dan menunju kekelas kami.Kami mengambil jurusan Arts, Cakka juga sangat pintar membuat puisi, dan cerita dongeng, dia juga sangat senang dipanggil “Cinderella”. Hih itu sangat mengerikan.
“Hey Cakka”teriak seseorang memanggil Cakka
“Oh kau,ada apa Alvin? Kan aku sudah pernah bilang, panggil aku Cinderella”jawab Cakka protes
“Eh ada Oik, hello Oik”sapa Alvin kepadaku,tidak peduli terhadap kata-kata Cakka
“Oh hallo Alvin, apa kabar”jawabku basa-basi, Alvin adalah teman aku dan Cakka, pertama kenal saat aku tak sengaja menabrak senior dan menjatuhkan makanannya,terus makanannya tumpah kebajunya, malah bajunya putih,terus kayaknya makanannya panas, soalnya ada asap-asapnya gitu, senior itu udah maki-maki aku, suddenly Alvin datang dan minta maaf sama senior itu, eh ternyata senior itu kenal ama alvin, terus senior itu berhenti maki-maki aku. Huft untung ada alvin.
“Oh kabarku baik kok, kalau kamu sendiri bagaimana?”jawabnya basa-basi juga
“Eh stop deh, Alvin aku lagi ngomong sama kamu tau”Teriak Cakka , ngagetin
“Aduh Cakka, gak usah teriak-teriak,aku kan gak budek”Kata Alvin, sambil tutup kuping
I’m fine too, alvin”jawabku sok inggris
“Eh Alvin,jangan lupa call me Cinderella, okay?”kata Cakka lagi
Nae, aku akan mengingatnya. Yasudah aku kekelas dulu ya, bye Cakka,eh Cinderella, and bye bye oik”kata Alvin sambil berjalan pergi dan melambaikan tangan
Aku hanya tersenyum dan melambaikan tangan juga. Lalu Cakka mulai marah-marah,karena Alvin tidak memanggilnya Cinderella. Aku sih hanya manggut-manggut saja,mendengar omelannya. Akhirnya kami sampai dikelas,kelas belum begitu ramai, hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang duduk dan ngobrol bersama temannya. Aku dan Cakka memilih duduk dipojok dekat jendela.
Hello My Cinderella”teriak seseorang dari luar keras
“Oh hello”jawab Cakka senang.Dia pasti senang sekali,karena hanya ada Satu orang yang mau memanggilnya Cinderella di kampus ini, ya orang itu bernama Ray. Mahasiswa aneh dari jurusan IPA.Kami bertemu dia, saat aku menabrak senior dikantin, ia juga ikut menolong ku. Lalu ia menyapa Cakka, awalnya ia pikir Cakka seorang wanita,dan ia terlihat sangat kaget waktu aku bilang kalau Cakka itu laki-laki, mungkin ia sudah menyukai Cakka kali ya?.
“Baru datang?”tanya ray sambil menghampiri kami
Nae, kau sedang apa disini?”tanya Cakka senang
“Sedang menunggumu dan Princess kita”jawab Ray, sambil tersenyum
Princess kita? Siapa? Apa dia lebih cantik dariku?”tanya Cakka bingung
Ani, dia tidak lebih cantik darimu,tapi setidaknya dia wanita, bukan wanita jadi-jadian seperti kau”jawab Ray bercanda, tapi kata-katanya berhasil membuat Cakka sedih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar