Sabtu, 16 Maret 2013

3600 Detik #Part 3

3600 Detik #Part 3 

Oik menatap rumahnya dengan perasaan hampa. Sebesar apa pun rumahnya, tidak ada kehangatan di dalamnya. Walaupun banyak pembantu yang berada di rumahnya untuk memasak, memotong rumput, membersihkan rumah, Oik tetap merasa kesepian. Bahkan ketika mamanya ada juga, dia tetap merasa kesepian. Oik tahu banyak orang yang ingin bertukar tempat dengannya untuk menjalani kehidupan mewah seperti itu, tetapi Oik malah tidak menginginkannya sama sekali. 

Setelah meletakkan tasnya di kamarnya, Oik bersiap-siap berganti pakaian untuk pergi ke sebuah kelab. Ketika melihat uang di dompetnya habis, dia menuju kamar mamanya. Satu-satunya saat dia melihat kamar mamanya adalah saat dia membutuhkan uang. Oik membuka lemari dan laci-lacinya. Dia tidak menemukan apa yang dicarinya di sana. 

Lalu dia melangkah ke atas meja rias mamanya. Oik menarik lacinya. Tidak ada uang, tetapi ada kartu kredit dan jam tangan emas mamanya. Oik tersenyum. Diambilnya kartu kredit tersebut dan dikenakannya jam tangan emas itu di tangannya. Apa yang akan dipikirkan mamanya kalau dalam satu hari dia menghabiskan limit kartu kredit itu. Ketika Oik hendak menutup laci itu lagi, pandangannya jatuh pada selembar undangan yang ada di sana, yang baru ia perhatikan keberadaannya. 

Karena penasaran Oik mengambilnya dan membuka isinya. Rasa terkejut menerjangnya hingga ia terduduk di kursi rias. Dia tidak memercayai isi undangan itu. Oik menarik napas pendek-pendek untuk menahan amarahnya. Dia meremas tangannya lalu memorak-porandakan seluruh barang yang ada di meja rias mamanya. Dan berteriak keras. 

>>>
http://malanovelakses.blogspot.com/2013/03/3600-detik-part-3.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar