Keesokan harinya disekolah…
Oik melangkah gontai melewati koridor. Dia bingung melihat anak-anak yang sedang berkerumun di depan mading. Ia kemudian mendekati Ourel,teman sekelasnya yang punya badan kecil banget. Ourel terlihat sedang berjinjit-jinjit berusaha melihat mading.
"Ada berita apaan sih Rel?" Tanya Oik penasaran. Ourel kaget setengah mati ketika Oik bertanya padanya.
"Gue juga ngga tau Ik. Nggak keliatan." Oik tersenyum dalam hati. Jelas aja si Ourel nggak bisa ngeliat pengumuman mading, soalnya yang bisa dilihatnya cuma punggung orang-orang dalam kerumunan itu. Tubuh Ourel memang kecil. Pokoknya bisa dibilang, "sama kutu gedean dikit deh" . Hehehe... Meskipun begitu, Ourel paling rajin masuk sekolah. Pernah suatu kali ada orang iseng ngomong,"Aduh,adik kecil kok baju seragam kakaknya dipakai sih?" Kalau diledek begitu,Ourel suka ngamuk dan langsung nunjukin KTP-nya. Kalau kemana-mana dia selalu membawa termos plastik berisi air minum bergambar Mickey Mousekesayangannya. Persis seperti adiknya yang masih TK. Bahkan gosipnya, termos plastik yang sering dia bawa-bawa kesekolah itu punya adiknya. Tapi Ourel orangnya baik kok,suka bagi-bagi cokelat keteman. Apalagi kalo temen-temannya bilang begini,"apa kabar,Rel? Kamu rada tinggian deh." Wah, pasti deh langsung dikasih toblerone. Tapi disekolah Ourel cukup terkenal juga lho,gimana nggak terkenal kalau kerjaannya cuma digosipin terus sama anak-anak. Ada yang ngegosipin dia kekurangan gen lah,ada yang ngegosipin dia salah minum obatlah. Bahkan yg lebih sadis lagi,ada yang ngegosipin bahwa dia lebih kecil dari adiknya yang umurnya 4 tahun. Wah, pokonkya gosip tentang Ourel kecil banyak banget deh! Kasihan juga sih dia. Lagian anak-anak kok pada tega-tega banget ya, ngegosipin anak sekecil Ourel. Tapi meskipun begitu, anak-anak sayang banget sama Ourel.
Nggak lama kemudian,Shilla and the genk yang berdiri di posisi paling depan dalam kerumunan ini pindah ke belakang dengan wajah berbinar-binar. Samar-samar Oik mendengar pembicaraan mereka.
"Aduh,De. Gue nggak sabar nunggu acara festival band itu." ucap shilla pada temannya sambil mengipas-ngipas wajah dengan kipas bergambar beruang.
"Iya nih,Shill. Pasti acaranya bakalan seru. Apalagi bintang tamunya. Keren-keren!" ujar temannya yang satu lagi.
"Iya,gue sih cuma pengen nonton satu band doang" ujar shilla.
"Gue juga,"
"Gue juga." temannya menimpali lagi.
Oik jijik melihat tingkah centil kakak kelasnya itu.
"Aduuuh… Gue nggak sabar nungguin Blue Rivalry manggung."
"Iya nih..."
Hah! Oik terkaget-kaget mendengar apa yang barusan diucapkan geng centil itu. Blue Rivalry? Itu kan nama bandnya Rio. Hahahaha... Ingin rasanya Oik tertawa terpingkal-pingkal, tapi dia cepat-cepat menahan tawanya.
Oik berjalan menuuju kelasnya sambil terus menahan tawa,tapi tiba-tiba...
"Oik cayaaaang...!" Suara yang nggak asing lagi buat Oik. Siapa lagi kalo bukan si Acha. Acha melangkah sambil meloncat-loncat seperti bola bekel ke arah Oik.
"Apaan sih? Lo kesurupan ya?" Acha berdiri didepan Oik sambil tersenyum lebar.
"Ada apaan sih,Cha?" Tanya Oik penasaran.
"Hehehe... Gue jadi wakilnya Iyel dong,Ik!" Ucapnya bangga.
"Hah! Yang bener lo? Selamat deh,Cha!"
"Kok elo biasa aja sih Ik?”
"Emangnya gue harus gimana?"
"Yaaa gimana gitu."
Oik mengeluarkan tampang jailnya. Alis kiri dan ujung bibir kirinya langsung terangkat.
"Hmm... Kalo begitu... SELAMAT UNTUK ACHA YANG JADI WAKILNYA GABRIEL!" Teriak Oik sambil berlari sekencang-kencangnya. Kontan aja Acha malunya setengah mati karena semua orang memandang ke arah mereka.
baca selengkapnya >>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar