"Handuk udah,baju untuk ganti udah,botol minuman udah,trus.... Mmm,apa lagi ya?" Oik mencoba mengingat-ingat barang-barang yang mesti di bawanya untuk latihan basket.
Hari ini ada latihan basket disekolah Oik. Maklum,tiga hari lagi ada pertandingan basket antar SMU. Oik sebagai kapten tim basket cewek harus super-super sibuk mempersiapkan acara tersebut. Padahal hari ini dia lagi nggak mood latihan gara-gara kejadian kemarin.
"Lo jadi latihan hari ini?" Tanya Rio ketika melihat adiknya sedang sibuk membereskan barang. "Iya,sebenernya sih gue lagi nggak mood,tapi mau gimana lagi? Gue kan kapten,jadi gue bertanggung jawab penuh sama tim gue." "Gue tau deeeh…" ucap Rio sambil mengacak-acak rambut adiknya. "Eh, ngomong-ngomong kaki lo udah sembuh belum?" Oik terdiam sejenak. "Udah nggak kram lagi sih,tapi masih senut-senut dikit. But thanks ya, pijitan lo kemarin cukup membantu juga. Kayaknya lo pantes buka panti pijit deh,Yo." "Hehehehe... Boleh juga tuh. Tapi yang dateng harus cewek semua ya." "Huuu... Dasar maunya. Udah ah,gue berangkat dulu. Daaaah... Eh iya,ntar jemput gue dong!" "Gampang… Bisa diatur..." "Gitu dong jadi kakak."
***
Minggu-minggu ini latihan memang lagi padat-padatnya. Sekolah Oik sedang mengadakan banyak kompetisi olahraga. Basket,sepak bola,bisbol... Wah, pokoknya banyak deh! Makanya murid-murid sedang sibuk-sibuknya mengurus berbagai kompetisi itu. Huh! Seandainya saja Oik bukan kapten tim basket putri,mungkin hari ini ia lebih memilih tidur di rumah daripada harus bela-belain ngabisin hari minggunya untuk latihan basket. Apalagi setelah kejadian yang nggak enak kemarin. Kejadian nggak enak? Iya, ketika Alvin manusia paling aneh yang baru dikenalnya tapi langsung jadi manusia paling dibencinya dengan enaknya menciumnya. Kontan aja saat itu Oik langsung mendorong tubuh Alvin dan menamparnya. Sebenarnya Oik masih merasa tamparan itu belum cukup untuk orang seperti Alvin. Tuh cowok udah kelewat kurang ajar!
Oik berjalan menuju lapangan basket. Lamunannya buyar ketika....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar