3600 Detik #Part 1
OIK berjalan memasuki sekolah barunya. Hari masih pagi. Dia tidak melihat seorang murid pun disekitarnya. Matahari pagi menyinari rambutnya yang dicat merah, sangat sesuai dengan kukunya yang juga dicat dengan warna serupa. Oik memandang sekolah barunya sepintas lalu. Beberapa kali pun ia pindah sekolah, hasilnya hanya membuatnya semakin kesal. Toh dia sudah tak berminat sekolah.
Sebenarnya Oik merasa bosan karena harus mengulang pelajaran yang sama di tahun ini, karena tahun kemarin dia tidak lulus ujian SMA. Mama benar-benar kecewa terhadapnya. Setelah berpikir matang-matang dan karena hotelnya membuka cabang baru, beliau pun memutuskan untuk pindah ke luar kota dan menyekolahkan Oik di kota baru tersebut. Oik tahu ibunya berharap awal yang baru dan lingkungan yang baru dapat membuatnya barubah.
Oik berhenti di lorong kelas barunya.
“Jadi ini sekolah baruku!” katanya dalam hati.
Oik tahu saat itu juga bahwa dia tidak akan bertahan lama. paling satu atau dua minggu. Tiba-tiba kupingnya menangkap suara merdu yang mengalun dari ruang di lorong itu. Suara piano itu sangat jernih dan indah, membuat Oik bergerak mendekati.
Di dalam ruangan itu ia melihat seorang murid cowok sedang memainkan piano.
Setiap dentingan tuts piano yang dimainkan membuat perasaan Oik berangsur tenang. Setelah lagu berakhir, Oik terdiam sambil memandangi pemuda itu. Seolah merasa ada yang memperhatikan, pemain piano tersebut menoleh ke belakang, tatapannya bertemu dengan Oik.
Dia tersenyum.
>>>>
http://malanovelakses.blogspot.com/2013/03/3600-detik-part-1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar