Sabtu, 16 Maret 2013

SARANGHANDA #2


Oik melepas pelukannya, ia terlihat bingung. Gadis?
“Gadis, maksud oppa?”
Cakka mulai menangis, “gadis itu, ia tertimpa motorku, aku tak tau bagaimana keadaannya. Aku takut.. aku takut chagiya..” kata Cakka, suaranya mulai bergetar. Ia terlihat sangat takut. Oik langsung memeluk tubuh Cakka, mencoba untuk menenangkannya.

Hampir setengah jam Oik dan Cakka menunggu di luar. Dokter belum keluar juga dari UGD.
Tiba-tiba ada seorang pria datang mendekati UGD, ia terlihat frustasi dan sedih. Ia hanya mondar-mandir di depan UGD. Seketika wajah Cakka dan Oik yang melihat pria itu langsung kaget.
“Ri...Rio” kata Cakka

Pria yang bernama Rio itu menoleh, “Cakka, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

Belum selesai Cakka menjawab, terdengar pintu UGD terbuka. Dokter keluar dari ruang UGD. Rio langsung mendekati dokter, “dok, bagaimana dengan keadaan adikku?!” tanyanya panik
“Kau keluarganya?” Tanya dokter
“ne, dok. Aku kakaknya” kata Rio

DEG!

Cakka dan Oik terlihat sangat terkejut mendengar perkataan Rio. Jadi orang yang ditabrak Cakka adalah adik Rio. Cakka akan mendapat masalah besar kali ini.

“adikmu sudah melewati masa kritis” kata dokter dengan raut wajah yang muram
“syukurlah” kata rio lega
“tapi…” lanjut dokter

________________________-

Seketika wajah Rio berubah, “apa maksud dokter dengan kata tapi? Adikku baik-baik saja kan dok?”
“kakinya mengalami kelumpuhan. Motor yang menimpanya begitu berat, hingga menyebabkan kakinya mati rasa saat ini.” Kata dokter lirih
MWO?!!! KAU BERCANDA DOK!!! LUMPUH?!!!! TIDAK MUNGKIN!!!!” kata Rio lalu menarik kerah jas dokter. “DOK, KAU TAU, DIA ADALAH PENARI BALET!!!! BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG PENARI BALET MENGALAMI KELUMPUHAN PADA KAKINYA??!!!! ITU SAMA SAJA MEMBUNUHNYA DOK!!! LAKUKAN SESUATU, KU MOHON..T_T” teriak Rio. Ia menangis saat ini.

Cakka dan Oik terlihat sangat shock dengan perkataan dokter barusan. Ini akan semakin sulit untuk Cakka. Ia merasa sangat bersalah, karna dialah, gadis itu jadi lumpuh!

Dokter menepuk bahu Rio, mencoba untuk menguatkan. “kami akan berusaha sebisa mungkin. Aku akan membuat jadwal terapi untuknya, jika dia mengikutinya dengan baik. Aku rasa, kemungkinan untuk sembuh ada. Kau sebagai kakaknya, harus selalu ada di sampingnya. Dia pasti akan merasa frustasi. Saat ini dia sedang mengalami masa sulit.” Kata dokter lalu bergegas pergi.

Rio menyandarkan tubuhnya di dinding. Dia sangat terpukul dengan apa yang sedang dialami adiknya saat ini.

“ini salahku.. ini salahku..” kata Cakka lirih

Rio yang mendengar itu, langsung mendekati Cakka. “apa maksud perkataanmu tadi?” Tanya Rio
cakka tak berani menatap Rio, matanya berkaca-kaca saat ini. Dia merasa sangat bersalah. Rio langsung menarik kerah Cakka, “Cakka, apa motor yang menimpa adikku itu adalah motormu?!” Tanya Rio.
mianhe Rio” kata Cakka.

BBBUUUUUUKKKKKK!!!!!

Rio memukul wajah Cakka, tubuh Cakka tersungkur ke bawah. “JADI KAU ORANGNYA??!!! KAU GILA?!!!! KAU TELAH MENGHANCURKAN MASA DEPANNYA!!!” kata Rio geram. Dia ingin memukul Cakka lagi, tapi dicegah oleh Oik.
“Rio, kendalikan emosimu. Ini rumah sakit! Banyak pasien di sini!” kata Oik.

Rio tidak memperdulikan perkataan Oik dan kembali ingin memukul Cakka. Tapi, tiba-tiba terdengar suara dari ruang UGD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar